Sabtu, 10 Desember 2011

Psikologi Sosial


Psikologi sosial adalah suatu studi tentang hubungan antara manusia dan kelompok. Para ahli dalam bidang interdisipliner ini pada umumnya adalah para ahli psikologi atau sosiologi, walaupun semua ahli psikologi sosial menggunakan baik individu maupun kelompok sebagai unit analisis mereka.

Psikologi sosial sempat dianggap tidak memiliki peranan penting, tapi kini hal itu mulai berubah. Dalam psikologi modern, psikologi sosial mendapat posisi yang penting. psikologi sosial telah memberikan pencerahan bagaimana pikiran manusia berfungsi dan memperkaya jiwa dari masyarakat kita. Melalui berbagai penelitian laboratorium dan lapangan yang dilakukan secara sistematis, para psikolog sosial telah menunjukkan bahwa untuk dapat memahami perilaku manusia, kita harus mengenali bagaimana peranan situasi, permasalahan, dan budaya.

Walaupun terdapat banyak kesamaan, para ahli riset dalam bidang psikologi dan sosiologi cenderung memiliki perbedaan dalam hal tujuan, pendekatan, metode dan terminologi mereka. Mereka juga lebih menyukai jurnal akademik dan masyarakat profesional yang berbeda. Periode kolaborasi yang paling utama antara para ahli sosiologi dan psikologi berlangsung pada tahun-tahun tak lama setelah Perang Dunia II. Walaupun ada peningkatan dalam hal isolasi dan spesialisasi dalam beberapa tahun terakhir, hingga tingkat tertentu masih terdapat tumpang tindih dan pengaruh di antara kedua disiplin ilmu tersebut.

Peranan Psikologis Sosial Seorang Guru terhadap Kualitas Pembelajaran
Dengan menguasai psikologis sosial, seorang guru dapat :
Learning to know (belajar untuk mengetahui), artinya belajar itu harus dapat memahami apa yang dipelajari bukan hanya dihafalkan tetapi harus ada pengertian yang dalam.
Learning to do (belajar, berbuat/melakukan), setelah kita memahami dan mengerti dengan benar apa yang kita pelajari lalu kita melakukannya.
Learning to be (belajar menjadi seseorang). Kita harus mengetahui diri kita sendiri, siapa kita sebenarnya? Untuk apa kita hidup? Dengan demikian kita akan bisa mengendalikan diri dan memiliki kepribadian untuk mau dibentuk lebih baik lagi dan maju dalam bidang pengetahuan.
Learning to live together (belajar hidup bersama). Sejak Tuhan Allah menciptakan manusia, harus disadari bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi saling membutuhkan seorang dengan yang lainnya, harus ada penolong. Karena itu manusia harus hidup bersama, saling membantu, saling menguatkan, saling menasehati dan saling mengasihi, tentunya saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lain.
Pada butir ke 4 di atas, tampaklah bahwa kompetensi Psikologis sosial mutlak dimiliki seorang guru. Yang dimaksud dengan kompetensi psikologis sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar (Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir d). Karena itu guru harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan, tulisan, dan isyarat; menggunakan teknologi komunikasi dan informasi; bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik; bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.
Memang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, menguasai berbagai jenis bahan pembelajaran, menguasai teori dan praktek pendidikan, serta menguasai kurikulum dan metodologi pembelajaran. Namun sebagai anggota masyarakat, setiap guru harus pandai bergaul dengan masyarakat. Untuk itu, ia harus menguasai psikologi sosial, memiliki pengetahuan tentang hubungan antar manusia, memiliki keterampilan membina kelompok, keterampilan bekerjasama dalam kelompok, dan menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok.
Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan dan juga sebagai anggota masyarakat, guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Guru harus bisa digugu dan ditiru. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Guru sering dijadikan panutan oleh masyarakat, untuk itu guru harus mengenal nilai-nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat tempat melaksanakan tugas dan bertempat tinggal.
Sebagai pribadi yang hidup di tengah-tengah masyarakat, guru perlu memiliki kemampuan untuk berbaur dengan siswa misalnya melalui kegiatan olahraga, keagamaan, dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak, pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh siswa.
Bila guru memiliki kompetensi sosial, maka hal ini akan diteladani oleh para siswa. Sebab selain kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, peserta didik perlu diperkenalkan dengan kecerdasan sosial (social intelegence), agar mereka memiliki hati nurani, rasa perduli, empati dan simpati kepada sesama. Pribadi yang memiliki kecerdasan sosial ditandai adanya hubungan yang kuat dengan Allah, memberi manfaat kepada lingkungan, dan menghasilkan karya untuk membangun orang lain. Mereka santun dan peduli sesama, jujur dan bersih dalam berperilaku.

Sumber kecerdasan adalah intelektual sebagai pengolah pengetahuan antara hati dan akal manusia. Dari akal muncul kecerdasan intelektual dan kecerdasan bertindak yang memandu kecerdasan bicara dan kerja. Sedangkan dari hati muncul kecerdasan spiritual, emosional dan sosial.
Sosial inteligensi membentuk manusia yang setia pada kebersamaan. Apabila ada satu warganya yang menderita merupakan penderitaan bersama. Sebaliknya apabila ada kebahagiaan menjadi/merupakan kebahagiaan seluruh masyarakat. Dalam tingkatan nasional, sosial intelegensi membimbing para pemimpin untuk selalu peka terhadap kesulitan rakyatnya dengan mengutamakan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Cara mengembangkan kecerdasan sosial di lingkungan sekolah antara lain: diskusi, hadap masalah, bermain peran, kunjungan langsung ke masyarakat dan lingkungan sosial yang beragam. Jika kegiatan dan metode pembelajaran tersebut dilakukan secara efektif maka akan dapat mengembangkan kecerdasan sosial bagi seluruh warga sekolah, sehingga guru akan mampu mempraktikan proses pembelajaran menjadi lebih produktif dan efektif.

Peranan Psikologis Sosial oleh Siswa terhadap Kualitas Pembelajaran
Salah satu peranan penting psikologis sosial oleh siswa adalah adanya komunikasi yang efektif antara pendidik dengan siswa. Komunikasi merupakan faktor penting dalam interaksi (khususnya dalam metode pembelajaran), karena komunikasi menyebabkan adanya saling pengertian antar orang yang berkomunikasi. Kalau di dalam komunikasi mampu menumbuhkan saling pengertian maka relasi itu akan amat produktif dan efektif.
Menurut Balson (1999:218), komunikasi yang efektif apabila orang yang mengungkapkan keprihatinan dan problem tahu bahwa pendengarnya memahami pesan yang sedang disampaikan.
Komunikasi antara siswa dengan guru pada dasarnya harus terbuka. Karena hal tersebut dapat memperbaiki proses pembelajaran, dalam hal tersebut siswa-guru sebagai suatu kesatuan dalam pembelajaran. Komunikasi yang terbuka diharapkan dapat menghindari kesalahpamahan dalam penyampaian materi yang diberikan oleh seorang guru.
Selanjutnya dijelaskan oleh Riyanto (2002:34), hal yang sangat penting dalam penguasaan psikologis sosial adalah membaiknya kemampuan mendengarkan, yaitu mendengarkan dengan penuh simpati. Mendengarkan dengan penduh simpati ditandai dengan:
a. Peka akan perasaan yang menyertai pesan yang disampaikan;
b. Mendengarkan dengan penuh perhatian;
c. Tidak menyela pembicaraan atau memberikan komentar ditengah-tengah penjelasan yang dilakukan oleh seorang guru;
d. Menaruh perhatian pada “dunia” pembicara;
e. Sendiri tidak penting, yang penting adalah pembicara.
Dengan penguasaan psikologis sosial, seorang siswa akan menjadi pendengar yang baik akan mendengarkan dengan penuh perhatian. Pendengar yang baik akan mendengarkan orang lain dengan penuh hormat dan penghargaan. Ia mampu menangkap apa yang tidak terungkap dengan kata-kata, tetapi sebenarnya ingin dikatakan oleh si pembicara. Ia juga mampu mengamati dan mencermati bagaimana si pembicara mengungkapkan perasaan yang ditandai dengan berubah-ubahnya nada dan volume suara. Pendengar yang baik adalah pendengar yang aktif dan kreatif.

Apabila seorang siswa telah mampu menguasai psikologis sosial dengan baik, tentunya dengan arahan dari orang tua, guru tentunya, dan keterbukaan terhadap kemauan diri sendiri. Metode pembelajaran akan berjalan dengan efektif, padu, dan dapat berjalan dengan efesien.

Senin, 28 November 2011

Tips buat kalian yang laptopnya kena GENUINE :)

oke langsung aja ya.Tampilan windows 7 yang terkena sidak bajakan microsoft (layar desktop menjadi hitam).


  1. Download tool WGA Remover Chew v0.9
  2. Klik apply untuk memulai proses.
  3. Tunggu hingga keluar pesan instal sukses
  4. Restart (otomatis)
  5. Selesai

Menghindari serangan virus komputer tanpa Anti Virus



Bagi pengguna Sistem Operasi Windows mungkin sudah sangat “bersahabat” dengan yang namanya Virus Komputer. Kok bisa?? Iya, karena Sistem Operasi Windows merupakan Sistem Operasi yang paling rentan terkena Virus Komputer. Jadi bagi pengguna Windows sangat dianjurkan untuk menjaga perangkat komputernya agar terhindar dari serangan virus. Cara yang paling lumrah dilakukan adalah dengan memasang anti virus pada komputer. Tetapi, pada tutorial kali ini akan dibahas bagaimana cara melindungi komputer kita tanpa menggunakan Anti Virus. Ok This is it !! 
Faktanya, sekitar 85% virus komputer di Indonesia, dan 65% virus komputer dari Luar Negeri menggunakan bahasa pemrograman “Visual Basic”. Sedangkan Program atau virus yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic untuk dapat berjalan di Sistem Operasi Windows akan selalu membutuhkan suatu file modul yang bernama “msvbvm60.dll” yang letaknya di direktori “C:\WINDOWS\system32\”. Jadi apabila file tersebut tidak ada, maka dari ke 85% virus dari Indonesia, dan 65% virus dari Luar Negeri tersebut tidak akan bisa berjalan, akan tetapi resikonya adalah apabila ada aplikasi yang bukan virus yang juga dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic juga akan lumpuh di komputer tersebut, dan akan menampilkan pesan error seperti dibawah ini.

Kadang juga seperti dibawah ini…

Pesan error diatas muncul dikarenakan adanya sebuah aplikasi Visual Basic yang gagal di eksekusi dikarenakan file modul msvbvm60.dll yang dibutuhkannya tidak ada atau tidak ditemukan.
 Jadi maksud saya adalah sebaiknya file msvbvm60.dll direname saja, dan apabila ada aplikasi bukan virus yang akan anda jalankan error dan menampilkan pesan error seperti diatas, maka rename kembali file msvbvm60.dll dan setelah selesai rename lagi dengan nama lain. Jangan berfikir hal ini merepotkan, sebab saat ini jarang sekali ada aplikasi resmi yang masih menggunakan bahasa pemrograman visual basic.
 Cara me-rename file msvbvm60.dll dengan cepat:

Langkah 1

Terlebih dahulu buatlah file vbren.bat dan vbfix.bat :
Buka notepad.exe dan ketikkan :
ren C:\windows\system32\msvbvm60.dll 11111msvbvm60.dll

Langkah 2

Lalu save dengan nama: “vbren.bat” dan disimpan di direktori “C:\windows\”

Langkah 3

Jika sudah di simpan, buatlah satu lagi tapi isinya :
ren C:\windows\system32\11111msvbvm60.dll msvbvm60.dll

Langkah 4

lalu save dengan nama: “vbfix.bat” dan disimpan juga di direktori “C:\window\”
 

Langkah 5

Setelah file vbren.bat dan vbfix.bat selesai dibuat, maka apabila anda ingin merename file msvbvm60.dll anda tinggal membuka Start menu – RUN” atau lebih cepatnya pencet
tombol Win+Rdan ketikkan vbren lalu Enter

Langkah 6

maka file msvbvm60.dll tersebut namanya akan berubah menjadi 11111msvbvm60.dll

Dan apabila anda ingin mengembalikan namanya seperti semula, buka kembali RUN atau pencet tombol Win+Rdan ketikkan vbfix lalu Enter

Langkah 7

maka file msvbvm60.dll tersebut namanya akan kembali menjadi msvbvm60.dll

Sekali lagi jangan pernah berfikir cara mencegah virus di atas merepotkan karena pepatah menyebutkan “Lebih baik mencegah, daripada mengobati”. Setuju??
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ^_^
Sumber : http://www.ilmukomputer.org

Rabu, 23 November 2011

Kiat sukses mengatasi masalah insomnia


Setiap manusia menghabiskan seperempat sampai sepertiga dari kehidupannya untuk tidur. Berarti jika umur Anda sekarang 20 tahun, maka setidaknya 5 tahun Anda gunakan untuk tidur.

Tidur sangat penting bagi manusia. Saat tidur, organ-organ tubuh beristirahat dan sel-sel tubuh yang rusak mengalami perbaikan (natural healing mechanism). Asam laktat (penyebab kecapekan) juga dinetralisir saat tidur sehingga ketika bangun tubuh terasa segar kembali. Tidur yang cukup juga mampu menstabilkan emosi. Kurang tidur akan menyebabkan turunnya tingkat motivasi, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan produktivitas kerja.

Hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius.

Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari). Jenisnya ada tiga, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Setidaknya ada empat faktor penyebab insomnia antara lain:

1. Fisik yang Terganggu
Beberapa penyakit fisik dapat menyebabkan insomnia, misalnya asma, rematik, demam, maag, penyakit ginjal dan thyroid. Penyakit-penyakit ini tentunya harus diatasi terlebih dahulu. Untuk penderita asma diterapi dahulu sesak nafasnya, penderita rematik diterapi nyerinya dan seterusnya.

2. Psikis yang Terganggu
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter tidak ditemukan penyakit fisik tertentu, faktor psikis baru dipertimbangkan sebagai penyebab insomnia.

3. Penggunaan Obat-Obatan dan Alkohol
Penggunaan minuman keras dan narkotika akan mengganggu fungsi organ tubuh dan persarafan yang normal. Sebaiknya jangan menggunakan obat tidur tanpa anjuran dari dokter. Penggunaannya pun dibatasi hanya selama 2-3 hari dan dapat diulang maksimal sampai 3 kali.

4. Lingkungan yang Mengganggu
Kondisi lingkungan tertentu, semisal suara bising, lampu sangat terang, akan mengganggu konsentrasi tidur. Maka aturlah lingkungan kamar tidur Anda senyaman mungkin, tenang dan sedikit gelap.



Berikut ini beberapa tips cara mengatasi insomnia tanpa bantuan obat-obatan yang bisa anda lakukan untuk mengobati dan menghilangkan insomnia ( susah tidur )
1. Melakukan olahraga teratur. Beberapa penelitian menyebutkan berolahraga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olahraga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolahraga, kesehatan menjadi lebih optimal sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.
2. Menghindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan seringnya ke belakan untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan mengganggu kenyenyakan tidur.
3. Tidur dalam lingkungan yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal-hal yang menimbulakna suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut dan pada akhirnya anda semakin susah tidur.
4. Mengurangi konsumsi minuman yang bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi, alkohol dan rokok. Minuman ini akan menyebabkan anda terjaga yang tentu saja tidak diperlukan bila ingin tidur.
5. Makan makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat menjelang tidur, bila tersedia tambahkan dengan segelas susu hangat
6. Mandi / berendam dengan air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur. air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu juga mengurangi ketegangan tubuh hal ini jg sangat bagus dibiasakan sebagai cara mengatasi insomnia
7. Berhenti menonton TV, membaca buku, setidaknya sejam sebelum tidur
8. Menggunakan tempat tidur, hanya untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat berbaring di tempat tidur maka akan timbul rangsanagan untuk tidur.
9. Melakukan aktivitas relaksasi secara rutin> mendengarkan musik boleh juga tuh pake lirik lagu insomnia Craig David, melatih pernafasan, meditasi dan lain-lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempermudah untuk tidur
10. Menjernihkan pikiran. hilangkan segala kekhawatiran yang menghinggapi pikiran. Salah satu cara untuk ini adalah menuliskan semua pikiran melalui sebuah media.
11. Tidur dan bangun dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur selanjutnya
Demikanlah tips mengurangi masalah tidur anda. Ingatlah .. bahwa tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh untuk pertumbuhan dan dapat membantu memperbaik fungsi organ yang terganggu. Insomnia bukan merupakan penyakit bawaan dan dengan demikian tentu akan mudah disembuhkan jika dengan cara mengatasi insomnia diatas telah anda lakukan namun tetap gagal maka segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter anda. Selamat mencoba semoga cara mengatasi insomnia ini dpt membantu.

Selasa, 22 November 2011

Alasan gue jarang bikin blog -,-"


1. ol di rumah : susah klo mau nulis blog dirumah, soalnya banyak yang liat, jadi gk konsentrasi. Pasti banyaklah yang ngasih comment, selesai aja blom eh, udah bejibun commentnya, heh, apa-apaan :p

2. ol di warnet : kan klo nulis itu pakek hati (sebenernya pakek tangan sih) jadi klo mau nurutin hati bisa-bisa bill nya tu mencapai 1.000.000 wow...wow mau bayar pakek apa buk? gigi? 

3. males buka blog, lebih tertarik buka fb, hehehe : tidak bisa dipungkiri kalo saat ini fb merajalela di dunia maya, walaupun sekarang udah ada twitter, temannya twitter (apaan lah namanya lupa saia) tapi fb masih memimpin dengan pesonanya yang bisa membuat orang reflek membukanya walaupun hanya sekedar mengintip apakah ada notif apa gk, iya kn? hayooo ngaku???

Tpi jujur, klo bukan karena tugas yang di kasih buk devi, aku gak bakal punya blog, males sih sebenernya nulis di blog, cuma kalo dipikir-pikikr (klo mau mikir sih, gk juga gpp) blog itu lebih praktis ketimbang klo kita mau curhat lewat diary kan lebih repot, selain menghabiskan tenaga, penambah dahaga, dan menguras pikiran, diary it suka dibaca orang rumah. Kan malu kalo lagi kesel-keselnya sama orang rumah trus nulis di diary trus ke baca, nah malulah gue, mau di sembunyiin di mana coba?





Sabtu, 12 November 2011

android jauh lebih baik dari blackberry



6 Keunggulan Android Dibanding Blackberry-Enam alasan utama kenapa meninggalkan BlackBerry untuk Android bukanlah hal yang salah.

1. Performance
-BlackBerry: cepat dan stabil. Tapi kadang terjadi phone-hang yang mengharuskan Anda mengeluarkan baterai dari tempatnya dan yang paling menyebalkan adalah proses re-boot: 3-8 menit!

- Android: Sangat cepat. Belum ada keluhan tentang phone-hang yang mengharuskan baterai keluar dari tempatnya, kecuali jika ingin ganti SIM card. Proses re-boot berlangsung cepat.


2. Baterai
- BlackBerry: umur baterai BB memang luar biasa. Ya, wajar saja karena BB tidak banyak melakukan proses berbagai aplikasi seperti pada Android.

- Android: tergolong boros, tapi kadang bisa sampai satu hari. Tapi harus diingat bahwa ponsel Android memakai baterai untuk BANYAK hal. Contohnya jika Anda memakai ponsel Android untuk brwosing web atau nonton video sampai 1 jam, pastinya itu membutuhkan daya baterai lebih. Dan, bisakah BlackBerry melakukan hal yang sama selama itu?


3. Email
- Blackberry: email pada BB memang menjadi andalan RIM. Gmail pada BB pun telah dioptimalkan fungsinya, tapi tentu saja tidak sebaik pada Android.

- Android: apa yang Anda ragukan dari Gmail buatan Google yang dijalankan pada Android yang juga buatan Google?


4. User Interface (UI)
- Blackberry: membosankan, done.

- Android: Anda bahkan tidak akan merasa lelah untuk menjelajah setiap sudut ponsel Android. Dijamin.


5. Web Browsing
- Blackberry: sangat melelahkan, Anda harus mengakui itu.

- Android: disinilah letak kelebihan Android. Android menjadi pemenang jika dibandingkan dengan semua mobile OS. Jika membandingkan web browsing pada Android dengan BlackBerry, seperti siang dan malam saja. Jauh berbeda.


6. Aplikasi
- Blackberry: BlackBerry memang memiliki segudang aplikasi, tapi di saat yang sama iPhone juga semakin jauh meninggalkan BlackBerry. Jadi lebih baik melihat apa yang bisa dilakukan BlackBerry untuk menyusul ketertingalannya di belakang iPhone OS dan Android.

- Android: Semakin banyak aplikasi yang dulunya hanya ada di iOS, kini sudah ada versi Android-nya. Pesaing sebenarnya dari Android adalah iPhone, bukan BlackBerry.



i.e.n

Jumat, 11 November 2011

Kerja Keras & Workaholic

Apakah kita seorang workaholic? Jawabannya memang agak susah. Kenapa? Karena terkadang susah membedakan antara bekerja keras dan maniak kerja (workaholic). Bahkan, menurut beberapa peneliti, yang bersangkutan sendiri jarang tahu atau jarang sadar. Secara umum orang mengatakan workaholic itu tidak sehat (negatif), sementara bekerja keras itu sehat (positif).




Kalau membaca definisi yang ditawarkan kamus-kamus bahasa Inggris, umumnya workaholic itu mengandung unsur "compulsive" atau "addictive"Compulsive sendiri bisa digambarkan seperti seolah-olah ada tekanan atau paksaan batin di dalam diri seseorang untuk terus bekerja. Sedangkan addictive itu ya kecanduan atau ketagihan (umumnya dikonotasikan) oleh hal-hal negatif, seperti misalnya rokok, narkoba, dan lain-lain.

Dari beberapa literatur yang saya baca, ciri-ciri umum yang dominan dari seseorang yang keranjingan kerja (workaholic) itu, antara lain di bawah ini:

Workaholic itu mengabaikan hal-hal lain yang penting dalam hidup menurut ukuran normalnya manusia. Hal-hal yang penting itu misalnya keluarga, kesehatan, anak, istri atau suami, dan semisalnya. Nilai apapun di dunia ini menggariskan bahwa keluarga itu adalah sesuatu yang penting bagi manusia. Jika kita punya kebiasaan kerja yang membuat kita melupakan keluarga, itu berarti perlu kita waspadai jangan-jangan yang kita lakukan bukan bekerja keras, melainkan workaholic.

Workaholic itu susah mendelegasikan tugasnya atau pekerjaannya kepada orang lain. Ini ditulis oleh kolomnis Career Journal Dot Com, Dana Mattioli, (2007). Orang yang tidak bisa mendelegasikan pekerjaannya kepada orang lain pada porsi dan kondisi yang memang harus / bisa didelegasikan itu umumnya adalah orang yang tidak bisa mempercayai orang lain dengan alasan-alasan yang kurang ada faktanya. Bisa juga mungkin karenatoo much perfectionism. Segala sesuatu yang mengandung unsur "too much" ini juga tidak sehat secara emosi.

Workaholic itu hanya merasa "terlalu asyik" dengan pekerjaan, tetapi tidak jelas apa yang dikerjakan dan apa yang ingin diraih dengan pekerjaannya itu. Ada yang mengamati bahwa workaholic itu tidak terang-terangan mengatakan apa yang dikerjakan dan pekerjaannya. Bahkan ada yang mengatakan workaholic itu tidak bisa meneguk kebahagian dari pekerjaannya. 

Ini yang menurut hemat saya perbedaan yang perlu disadari bedanya. Orang yang bekerja keras memang asyik dengan pekerjaannya, namun keasyikannya itu sangat berasalan. Alasannya adalah untuk merealisasikan target-target yang dinamis. Siapapun yang membaca riwayat hidup Edison akan menyimpulkan Edison sebagai pekerja keras: membaca, bereksperimentasi, bertemu dengan orang lain, dan lain-lain.  Nasehat Edison yang sangat tepat di sini adalah: "Jangan hanya menenggelamkan diri pada kesibukan tetapi lupa menanyakan tujuan dari kesibukan itu."  

Kalau membaca buku yang ditulis Charles Garfield (1986), Peak Performer, memang klop. Charles menceritakan hasil observasinya terhadap sejumlah sosok yang tiba-tiba hebat di belantara bisnis di Amerika. Observasinya menyimpulkan ada enam atribut yang dimiliki oleh sosok yang dia bilang tiba-tiba hebat itu (the new heroes of American business). Keenam atribut itu adalah:

-         Punya misi yang benar-benar menggerakkannya untuk melakukan aksi 
-         Punya sasaran yang jelas-jelas ingin diraihnya dari setiap aksi 
-         Punya kemampuan "self-management" yang bagus dengan mengoptimalkan kapasitas personalnya
-         Punya kemampuan yang bagus dalam team building
-         Punya kemampuan yang bagus dalam mengoreksi tindakannya
-         Punya kemampuan yang bagus dalam menyiasati / beradaptasi dengan perubahan


Ciri-ciri workaholic lain yang mungkin juga perlu dikenali adalah:
-         Kita tidak memiliki batasan mental yang jelas antara urusan rumah dan urusan kantor
-         Dimanapun kita berada, yang menjadi top priority di kepala kita adalah urusan pekerjaan
-         Kebahagian kita hanya terasakan ketika bersentuhan dengan pekerjaan
-         Kita merasa stress dengan urusan pekerjaan
-         Kita tidak tertarik dengan hal-hal yang berbau fun atau entertainment karena urusan pekerjaan
-         Kita memikirkan pekerjaan meskipun kita sedang liburan

Salah satu kunci penting untuk menilai diri apakah kita ini seorang pekerja keras atau sudah workaholic itu adalah keseimbangan. Inilah prinsip hidup yang sudah menjadi hukum, baik untuk manusia atau alam. Artinya, segala sesuatu yang sudah menganggu keseimbangan kita sebagai makhluk yang normal, itu berarti ada sesuatu yang perlu diluruskan. Kata seorang ahli hikmah, segala sesuatu yang sudah berlebihan (too much), biasanya akan memantulkan kebalikannya. Kerja keras itu bagus, tetapi terlalu kerja keras (workaholic), itu berpotensi tidak bagus.


Sebab-sebab
Apa yang menyebabkan kita punya kebiasaan workaholic? Kalau dijelaskan secara detail dan spesifik mungkin banyak. Di sini saya hanya akan menyentuh sebab-sebab umum saja. Bicara soal sebab-sebab umum ini, hal-hal yang perlu kita lihat antara lain adalah:

Pertama, pelampiasan / pelarian. Pekerjaan bagi orang yang bekerja keras adalah aktualisasi-diri. Istilah agamanya disebut ibadah. Pekerjaan dipahami sebagai ruangan untuk menunjukkan kebolehan, karya, atau aktualisasi potensi. Tapi, untuk sebagian orang yang terkena workaholic, pekerjaan itu dipahami sebagai pelampiasan yang paling aman atau pelarian dari persoalan hidup yang "kurang membahagiakan" di tempat lain. Bisa saja orang melampiaskan ketidakbahagiannya dengan keluarga pada pekerjaan. Karena tidak menemukan kebahagian di tengah keluarga, orang itu lantas  berpikir keluarga bukanlah sesuatu yang penting.

Kedua, tidak bahagia dengan pekerjaan. Lho apa mungkin terjadi? Ini sangat mungkin terjadi. Karakteristik yang paling menonjol dari orang yang bahagia dengan pekerjaannya adalah adanya dinamika yang progresif di dalam batinnya. Ini sama seperti orang yang bahagia dengan dirinya. Orang yang bahagia dengan pekerjaannya itu punya target, sasaran, atau tujuan-tujuan yang dinamis. Bila suatu target sudah tercapai, ada target lain lagi yang ingin dicapainya secara bertahap.

Ini agak beda dengan sebagian orang yang terkena workaholic. Mungin karena tidak menemukan kejelasan di pikiran tentang apa yang ingin dicapainya, bagaimana mencapainya, apa yang harus dilakukan untuk mencapainya, akhirnya semua "kebingungan" itu dilampiaskan ke dalam aktivitas yang bertujuan hanya untuk beraktivitas. Inilah alasan kenapa workaholic itu mengandung unsur compulsive atau addictive.

Dari penjelasan pakar di bidang karir yang saya tangkap, orang yang tidak punya dinamika batin yang dinamis terhadap pekerjaannya akan mengalami dua kemungkinan. Secara batin, kemungkinan pertama adalah batin yang bergejolak. Ini ditunjukkan ke dalam bentuk keinginan untuk pindah profesi atau pekerjaan tanpa alasan yang jelas. Kemungkinan kedua adalah batin yang sudah apatis, masa bodoh, pasrah pada realitas.

Ketiga, kalah oleh nafsuTidak semua orang yang terkena workaholic itu tidak bahagia dengan pekerjaannya atau profesinya. Tidak semua juga karena ada unsur pelampiasan. Bisa jadi ada yang karena kalah oleh nafsu. Nafsu sendiri itu apa? Nafsu diambil dari bahasa Arab (Nafs). Artinya ada dua, yaitu: jiwa (the self) dan nafsu dalam arti hawa nafsu. Hawa sendiri artinya keinginan atau jatuh dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

Meminjam istilah yang dipakai oleh Prof. Nurcholish Madjid (1993), hawa nafsu itu adalah keinginan-diri yang di dalam bahasa ilmu pengetahuannya disebut subyektivitas pribadi yang berlebihan. Berlebihan di sini batasannya adalah sudah mengalahkan pertimbangan akal sehat atau sudah mengalahkan suara-suara kesadaran positif.

Terminologi lain yang kira-kira sama pengertiannya dengan hawa nafsu adalah setan atau suara setan. Setan sendiri punya dua pengertian. Ada setan dalam pengertian makhluk dan ada setan dalam pengertian energi negatif yang tidak sanggup kita kontrol. Secara bahasa, setan (Arab: syaiton) sendiri artinya adalah sesuatu yang menjauhkan kita dari kebaikan.

Kalau melihat literatur Psikologi, ada penjelasan yang kira-kira isinya sama. Ini misalnya penjelasan milik Freud di mana manusia itu ada Id-nya, ada Ego-nya dan ada Super Ego-nya. Id adalah dorongan (motive and drive) yang hanya mementingkan kesenangan dan kebanyakan melawan suara Super Ego. Super Ego adalah dorongan yang telah dibimbing oleh nilai-nilai, norma, dan keteladanan orang lain. Id umumnya memiliki dua insting, yaitu: a) Eros: Insting seseorang yang memotivasi untuk mendapatkan kesenangan (pleasure principle), b) Thanatos: Insting yang memotivasi seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan agresif yang berpotensi merusak (Freud's Personality Factor,  www. changingmind.org)

Terkait dengan hawa nafsu itu, bentuk-bentuk subyektivitas pribadi yang gagal kita kontrol itu misalnya antara lain:

-         Ambisi yang berlebihan untuk mendapatkan sesuatu. Punya motivasi yang kuat untuk merealisasikan visi hidup atau bekerja keras,  ini positif atau suara Tuhan. Tapi, ambisi yang berlebihan sampai membuat kita melupakan hal-hal penting adalah hawa nafsu atau suara setan. Ini karena akan menjauhkan kita dari kebaikan.

-         Filsafat hidup hedonis yang berlebihan (larut pada gemerlapnya dunia). Mengoptimalkan penggunaan resources yang sudah ada di depan mata untuk merealisasikan kesejahteraan hidup yang kita impikan adalah positif, suara akal sehat, atau suara Tuhan. Mengatur ritme hidup dengan berekreasi atau menikmati weekend sebagai upaya untuk mempositifkan pikiran adalah positif. Tapi, berfoya-foya atau hedonisme yang berlebihan adalah negatif atau suara nafsu.

-         Mengejar target pribadi untuk menjadi the best di bidang kita berdasarkan kompetensi yang kita miliki, tentu ini positif. Inilah yang diperintahkan Tuhan. Tapi, memunculkan naluri kesombongan dalam bentuk misalnya kita tidak rela ada orang lain yang lebih dari kita, iri dengki, atau memainkan kartu persaingan yang tidak sehat, ini nafsu.

Itulah contoh-contoh dorongan hawa nafsu yang terkadang sangat halus sehingga sulit kita bedakan dalam praktek hidup. Hubungannya dengan bahasan kita ini adalah, mungkin saja yang menyebabkan kita menjadiworkaholic yang tidak sehat itu adalah karena kegagalan kita dalam mengontrol ambisi yang berlebihan, filsafat hedonisme, atau punya subyektivitas pribadi yang berlebihan.


Menjaga Keseimbangan
Kalau kita sepakat melihat workaholic itu sebagai persoalan hidup, maka sebab-sebabnya banyak. Apa yang sudah kita bahas di atas barulah sebagian sebab-sebab yang mungkin. Meski demikian, maksud saya apapun sebabnya, solusi yang bisa kita lakukan adalah menjaga keseimbangan hidup (life-work-balance). Keseimbangan ini adalah kondisi batin (the mind). Bila kita terus belajar mengontrol the mind, maka keseimbangan kita akan semakin bagus.

Terkait dengan keseimbangan ini, beberapa hal yang bisa perlu kita lakukan adalah:

Pertama, merumuskan tujuan atau sasaran di area hidup yang penting. Ini misalnya finansial, karir-usaha, keluarga, sosial, intelektual, spiritual, pendidikan anak, dan lain-lain. Kalau yang beri sasaran itu hanya soal karir dan usaha, sementara keluarga kita biarkan berjalan sendiri, ini berpotensi membuat kita hanya terfokus pada urusan kerja-usaha. Kalau kita hanya punya target pada urusan finansial, sementara spiritual dan intelektual kita terabaikan, ini tidak akan lebih nikmat dibanding dengan ketika kita punya perhatian terhadap target finansial dan target spiritual dan intelektual.

Kata Jim Rohn, untuk siapa saja, terutama bagi kita yang sehari-harinya hidup di lingkungan industri, jangan sampai mengabaikan hal-hal yang spiritual. Kenapa? Katanya, inilah yang akan membedakan kita dan binatang. Spiritual adalah kapasitas tertentu di dalam diri setiap orang yang bertugas mempertanyakan hal-hal yang sangat fundamental dalam hidup. Ini misalnya apa makna hidup saya, kemana langkah hidup saya, dan lain-lain.

Kedua, merumuskan skala prioritas. Dari sekian tujuan atau sasaran yang kita bikin, tentu tidak mungkin semuanya mendapatkan perhatian yang sama. Kata seorang kolomnis di WorlklifeBalance Dot Com (2003), yang dimaksud keseimbangan itu bukan berarti kita menyamakan seluruhnya (equal balance) dengan menyusun jadwal yang ketat dari detik ke detik. Selain bukan itu maksudnya, ini juga tidak realistis. Keseimbangan adalah kemampuan seseorang untuk memberikan perhatian (care) yang proporsional pada area hidup yang penting.

Sekedar untuk memudahkan, area hidup yang penting itu bisa kita jiplak dari temuannya Maslow. Menurut Maslow, area hidup yang penting itu antara lain: urusan Fisiologis, Rasa Aman, Sosial, Penghargaan atau Pengakuan, dan Aktualisasi diri. Untuk pengembangan-diri, area penting ini tidak usah kita bikin hirarki. Misalnya, kita hanya akan mau mengaktualisasikan potensi setelah punya mobil, punya rumah, punya investasi, dan lain-lain. Area yang penting itu bisa kita urusi sekarang juga. Tentunya dengan prioritas masing-masing.

Ketiga, memanfaatkan masalah yang muncul. Menurut konsep Learning-nya Peter Senge, learning itu bisa dibagi menjadi dua, yaitu: a) Generative Learning, dan b) Adaptative Learning.  Langkah pertama dan langkah kedua di atas adalah Generative Learning. Jadi kita merumuskan tujuan, membuat skala prioritasnya, dan menjalankannya sepenuh hati.

Bagaimana dengan Adaptative learningAdaptative ini artinya kita belajar dari masalah yang muncul. Misalnya saja anak kita punya tingkat kenakalan yang lebih dari anak-anak seusianya. Jika hasil refleksi kita menyimpulkan bahwa itu terjadi karena si anak kurang perhatian dari kita, maka refleksi itu perlu kita jalankan. Mungkin selama ini kita baru berperan sebagai orangtua yang memberinya fasilitas fisik tetapi belum berperan sebagai ayah atau ibu yang mestinya bertugas mendidiknya.  Intinya, munculnya persoalan itu perlu kita jadikan sinyal untuk memperbaiki diri.

Kata orang bijak, "Life is game". Ada saatnya untuk serius, gembira, santai, bercanda-canda, fokus, dan lain-lain. Bagi yang punya anak kecil atau keponakan atau adik, jangan lupa melupakan waktu bercanda. Saking pentinya bercanda dengan anak kecil itu, sampai-sampai agama perlu mengajari bahwa bercanda untuk menyenangkan hatinya anak kecil itu dihitung sebagi perbuatan yang mendapatkan pahala. Maslow juga bilang di salah satu risalahnya. Kata Maslow, salah satu ciri khas "self-actualized person" itu adalah menyayangi anak-anak dan menghormati yang lebih tua. Ini bisa kita jadikan hiburan agar kita tidak terlalu workaholic.

Semoga bermanfaat.